(0362) 31451
konibuleleng1@gmail.com
Koni

info Cabor : Dua Atlet Binaraga Buleleng Raih Medali Perak di Kejuaraan Asia

Admin koni | 29 September 2026 | 8 kali

Dua Atlet Binaraga Buleleng Raih Medali Perak di Kejuaraan Asia


SINGARAJA – HUMAS KONI BULELENG

Dua atlet binaraga asal Buleleng sukses mengukir prestasi di pentas Asia. Komang Gading Darmawan dan Dewa Putu Bayu masing-masing berhasil meraih medali perak dalam ajang 58th Asian Bodybuilding and Physique Sports Championships 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand yang berlangsung 22-28 September 2026.


Komang Gading Darmawan meraih medali perak pada nomor Men’s Bodybuilding kelas 75 kilogram. Sementara itu, Dewa Putu Bayu menyumbangkan medali perak dari nomor Men’s Athletic Physique Up to 182 cm. Kedua atlet binaan Persatuan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) Buleleng tersebut sukses menembus podium dalam kejuaraan yang diikuti atlet dari berbagai negara Asia.

Pada nomor Men’s Bodybuilding kelas 75 kilogram, Gading menempati posisi kedua di bawah atlet Nepal, Sagendra Sing, yang meraih medali emas. Sementara medali perunggu diraih Stoyanov Valeriy dari Nepal, Himanshu Upadhyay dari India, dan Vo Van Hoai dari Vietnam.

Adapun pada nomor Men’s Athletic Physique Up to 182 cm, medali emas diraih atlet asal Malaysia, sedangkan medali perunggu menjadi milik atlet Singapura.

Ketua Pengkab PBFI Buleleng, I Made Widiasa Pasputra, saat dikonfirmasi Sabtu (26/9), mengaku bangga atas keberhasilan kedua atlet binaannya tersebut. Menurutnya, raihan dua medali perak di kejuaraan tingkat Asia ini merupakan buah dari persiapan panjang dan latihan intensif yang telah dijalani para atlet.

Widiasa mengungkapkan, kedua atlet telah menjalani persiapan selama kurang lebih satu tahun. Program latihan dilakukan secara bertahap untuk membangun kondisi fisik, meningkatkan kualitas otot, serta mematangkan penampilan sebelum berlaga di kejuaraan internasional tersebut.

“Dari persiapan sampai latihan selama satu tahun, semuanya berjalan sesuai dengan yang kami harapkan. Kami memang yakin keduanya bisa masuk podium,” ujar Widiasa.

Ia menjelaskan, peluang keduanya untuk meraih medali mulai terlihat saat menjalani babak pre-judging. Meski sebelumnya belum dapat memprediksi hasil akhir karena belum mengetahui kekuatan seluruh pesaing.

“Ketika melihat penampilannya saat pre-judging, saya sudah punya bayangan bahwa kedunya akan menjadi finalis. Astungkara, akhirnya Gading dan Dewa Bayu masuk final dan meraih juara dua,” katanya.

Widiasa menilai kedua atlet tampil dengan persiapan matang. Hal itu terlihat dari kondisi fisik, conditioning, ketebalan otot, hingga penampilan mereka di atas panggung. 

“Kalau melihat dari kesiapan, conditioning, dan ketebalannya, atlet kami memamg layak untuk mendapatkan medali di kejuaraan kali ini,"imbuhnya.

Ia menyadari bahwa penilaian dalam olahraga binaraga melibatkan berbagai aspek penampilan dan sepenuhnya menjadi kewenangan juri. Karena itu, hasil yang diraih keduanya tetap menjadi capaian membanggakan bagi tim pembinaan PBFI Buleleng.

Lebih lanjut, Widiasa mengatakan keberhasilan kedua atlet tersebut menjadi motivasi bagi PBFI Buleleng untuk terus meningkatkan pembinaan. Menurutnya, mencetak atlet binaraga berprestasi membutuhkan proses panjang dan tidak bisa dilakukan secara instan. Latihan berkelanjutan diperlukan untuk membangun kemampuan sekaligus menjaga kesiapan atlet menghadapi persaingan.

Gading yang kini berusia 28 tahun dan Dewa Putu Bayu yang berusia sekitar 37 tahun masih memiliki kesempatan untuk terus berkompetisi dan menorehkan prestasi pada kejuaraan berikutnya.

Di sisi lain, Widiasa berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng dan KONI Buleleng terhadap pembinaan binaraga dapat terus ditingkatkan, terutama dalam hal pembiayaan persiapan atlet. Pasalnya, pembinaan dan persiapan atlet binaraga membutuhkan program latihan sepanjang tahun serta dukungan yang berkesinambungan.

“Dukungan yang berkesinambungan diperlukan agar atlet dapat menjalani program latihan secara optimal dan memiliki kesempatan lebih besar untuk tampil pada kejuaraan tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.