900 Pelajar SD Meriahkan Lomba Olahraga Tradisional Haornas 2026
Singaraja, HUMAS KONI BULELENG
Semarak peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) 2026 di Kabupaten Buleleng diisi dengan kegiatan Lomba Olahraga Tradisional Tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini merupakan inisiasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng serta Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) Kecamatan Buleleng.
Lomba olahraga tradisional tersebut diikuti oleh 30 SD se-Kabupaten Buleleng dengan total sekitar 900 peserta. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti berbagai permainan olahraga tradisional yang sarat dengan nilai kebersamaan, kekompakan, sportivitas, dan semangat gotong royong.
Terdapat empat jenis olahraga tradisional yang diperlombakan, yakni hadang, tarik tambang, lari balok, dan terompah panjang. Berbagai cabang tersebut tidak hanya menguji kemampuan fisik peserta, tetapi juga menuntut kerja sama dan strategi dalam mencapai kemenangan.
Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, menyampaikan bahwa olahraga tradisional memiliki nilai yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar aktivitas olahraga. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga dan melestarikan seni serta budaya yang berkembang di tengah masyarakat.
“Olahraga tradisional ini bukan sekadar kegiatan berolahraga, tetapi juga merupakan bagian dari upaya kita untuk melestarikan seni dan budaya,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti perlombaan dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi nilai sportivitas. Menang dan kalah, menurutnya, merupakan bagian dari sebuah pertandingan, sementara yang terpenting adalah membangun kebersamaan, persahabatan, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap olahraga tradisional.
Melalui kegiatan ini, olahraga tradisional diharapkan semakin dikenal dan diminati oleh generasi muda, khususnya pelajar SD di Kabupaten Buleleng. Selain menjadi sarana rekreasi dan aktivitas fisik, permainan tradisional juga menjadi media edukasi untuk menanamkan nilai disiplin, kerja sama, kekompakan, dan sportivitas sejak dini.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali berbagai permainan tradisional di kalangan anak-anak, sehingga keberadaannya tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.