KONI Buleleng Mulai Matangkan Panitia dan Venue Porprov 2027
KONI Buleleng mulai mematangkan berbagai kebutuhan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVII Tahun 2027. Meski waktu persiapan yang tersisa sekitar satu tahun dinilai cukup singkat, sejumlah langkah strategis telah dijalankan untuk memastikan kesiapan daerah sebagai tuan rumah.
Ketua KONI Buleleng Gede Supriatna mengatakan koordinasi dengan cabang olahraga terus dilakukan, termasuk pendataan venue pertandingan serta sarana dan prasarana pendukung yang akan digunakan selama pelaksanaan Porprov.
Menurut Supriatna, kesiapan penyelenggaraan menjadi perhatian utama karena Buleleng ingin memastikan seluruh kebutuhan teknis maupun nonteknis dapat dipenuhi jauh sebelum pelaksanaan ajang olahraga terbesar di Bali tersebut.
"Kami di Buleleng sudah melakukan persiapan dan koordinasi dengan cabang olahraga. Sebagai daerah tuan rumah, kami akan serius melaksanakan Porprov dengan sebaik-baiknya," ujar Supriatna usai mengikuti rapat koordinasi bersama KONI Bali di Denpasar, Rabu (3/6).
Selain berkoordinasi dengan cabang olahraga, KONI Buleleng juga terus menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng guna memastikan dukungan terhadap seluruh kebutuhan penyelenggaraan. Pendampingan dari KONI Bali juga diharapkan terus dilakukan agar setiap tahapan persiapan berjalan sesuai jadwal.
Ketua Harian KONI Buleleng I Putu Nova Anita Putra menambahkan, draf pembentukan panitia pelaksana telah mulai disusun. Sesuai rencana, KONI Bali akan bertindak sebagai panitia pengarah, sedangkan KONI Buleleng menjalankan fungsi panitia pelaksana.
Nova menyebut sebagian besar venue yang akan digunakan pada prinsipnya sudah siap. Selain memanfaatkan fasilitas olahraga yang ada, dukungan venue dari sejumlah perguruan tinggi juga telah dipetakan untuk menunjang kebutuhan pertandingan.
"Venue di Buleleng pada prinsipnya sudah siap, termasuk dukungan fasilitas dari perguruan tinggi," kata Nova.
Dalam rapat koordinasi tersebut juga disepakati penyusunan Technical Handbook (THB) seluruh cabang olahraga harus tuntas paling lambat delapan bulan sebelum pelaksanaan Porprov. Dokumen tersebut nantinya menjadi acuan resmi pelaksanaan pertandingan dan tidak akan mengalami perubahan menjelang event berlangsung.
Ketua Umum KONI Bali I Nyoman Giri Prasta menegaskan THB harus disusun sesuai regulasi organisasi olahraga tingkat pusat sehingga tidak menimbulkan persoalan teknis saat pelaksanaan pertandingan.
"Technical Handbook minimal delapan bulan sebelum pelaksanaan Porprov sudah selesai. Sekali mengeluarkan THB tidak akan ada perubahan atau adendum. Harus tegak lurus dan konsisten dalam pelaksanaannya," tegas Giri Prasta.
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Bali I Ketut Jagra Sunu meminta pembentukan panitia pengarah dan panitia pelaksana segera dituntaskan. Setelah struktur kepanitiaan terbentuk, KONI Bali akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kesiapan penyelenggaraan di Buleleng.
Ia juga menjelaskan cabang olahraga yang dipertandingkan akan mengacu pada arahan KONI Pusat dengan prioritas cabang olahraga Olimpiade dan cabang yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON). Apabila terdapat cabang olahraga yang terkendala venue di Buleleng, maka pertandingan dapat dilaksanakan dengan dukungan kabupaten atau kota penyangga.